Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Keutamaan Mentaati Suami

Mentaati suami akan mendatangkan banyak pahala, karena suami adalah pemimpin dalam keluarga. Bagaimana bisa menjadi keluarga sakinah kalau anggota keluarganya terutama istri tidak taat kepada suaminya. Banyak hadits yang menerangkan keutamaan mentaati suami, mudah-mudah kita sebagai kaum hawa bisa mentaati suami untuk mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat mencapai ridha Allah swt.


Pada suatu ketika para sahabat r.hum hadir di majlis Rasulullah saw. kemudian mereka bertanya "Kami melihat orang non arab sangat menghormati rajanya dengan bersujud, padahal engkau lebih berhak dihormati seperti itu". Namun Rasulullah saw. melarangnya dan bersabda "Seandainya aku dibolehkan memerintahkan seseorang bersujud kepada selain Allah swt., niscaya akan aku perintahkan para wanita untuk bersujud didepan suaminya."

Rasulullah saw. bersabda "Demi Allah yang nyawaku ada dalam genggaman-Nya, seorang istri tidak dapat memenuhi hak-hak Allah sebelum ia memenuhi hak-hak suaminya."

Rasulullah saw. bersabda "Jika seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho kepadanya, niscaya dia pasti masuk surga."

Rasulullah saw. bersabda "Seorang istri yang memarahi suaminya dan berpisah tempat tidur pada malam harinya, maka pada malam itu para malaikat melaknatnya sampai pagi."

Rasulullah saw. bersabda "Ada dua jenis manusia yang shalatnya tidak akan diterima, sehingga tidak akan naik ke langit melebihi kepala mereka. Pertama, seorang hamba sahaya yang lari dari tuannya. Dan kedua, seorang istri yang tidak mentaati suaminya."

Tentunya ketaatan ini adalah ketaatan dalam perkara yang hak dan mubah, bukan perkara maksiat. Jika suami memerintahkan perkara maksiat maka tidak ada kewajiban untuk mentaatinya, bahkan kita harus berusaha meluruskannya. Semoga Allah swt. memberi kita keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan memberi taufiq untuk beramal shaleh..
Read More

Fadhilah Puasa Senin Kamis

Fadhilah dan keutamaan puasa senin kamis banyak diterangkan dalam hadits nabi saw. dan kitab para ulama shaleh terdahulu, semoga Allah swt. memberikan kita taufiq untuk dapat mengamalkannya...


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia berkata : Nabi saw memilih waktu puasa hari senin dan kamis (Riwayat At Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, bahwa Nabi SAW lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, lalu orang-orang bertanya kepadanya mengenai sebab puasa tersebut, lalu Nabi saw menjawab, "Sesungguhnya amalan-amalan itu dipersembahkan pada setiap hari Senin dan Kamis, maka Allah swt. berkenan mengampuni setiap muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan, maka Allah berfirman, "Tangguhkanlah kedua orang (yang bermusuhan) itu!" (HR Ahmad dengan sanad yang sahih).

Di dalam riwayat yang bersumber dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata, "Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menjaga puasa Senin dan Kamis. (HR. Lima Imam ahli hadits, kecuali Abu Dawud).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu bahwa Nabi Saw. bersabda, "Amal-amal itu diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang jika amalku ditampakkan pada saat aku sedang berpuasa." (HR at-Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah Saw pernah ditanya mengenai puasa pada hari senin, lalu beliau bersabda, " Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu diturunkan (wahyu) kepadaku” (sahih muslim)

Puasa sunnah menjadi sebab terkabulnya doa, terhapusnya kesalahan-kesalahan, berlipatgandanya kebaikan, tingginya derajat serta puasa merupakan sebab keridhaan Allah swt. kepada hamba-Nya.
Read More

Kisah Teladan Kedermawanan Aisyah r.ha.

Banyak dikisahkan dalam sejarah tentang sifat kedermawanan, kezuhudan dan keshalihan istri Rasulullah saw. yaitu Aisyah r.ha. Mudah-mudah kisah teladan ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua..


Dikisahkan bahwa para sahabat r.hum. seperti Muawiyyah r.a., Abdullah bin Zubair r.a. dan yang lainnya sering memberi hadiah kepada Aisyah r.ha. Karena pada masa itu banyak terjadi kemenangan islam, sehingga di rumah para sahabat r.hum. berceceran uang bagaikan biji-bijian. Meskipun demikian Aisyah r.ha. menjalani kehidupannya dengan sangat sederhana.

Pada suatu hari, Aisyah r.ha. dihadiahi dua karung penuh dengan uang dirham. Keduanya berisi sekitar 100.000 dirham. Kemudian Aisyah r.ha. meminta beberapa kantung kecil dan mengisinya dengan dirham tersebut. Lalu ia membagi-bagikannya dari pagi hingga sore hari hingga tidak tersisa sedikitpun. Padahal pada hari itu Aisyah r.ha. sedang berpuasa. Kemudian pada saat berbuka, ia berkata kepada pelayannya, “hidangkanlah makanan untuk berbuka.” Pelayannya menghidangkan sekerat roti dan minyak zaitun, lalu berkata, “alangkah baiknya seandainya kita bisa menyisihkan satu dirham untuk membeli daging, sehingga hari ini kita berbuka puasa dengan daging.” Aisyah r.ha. berkata, “mengapa tidak engkau katakan sebelumnya? tentu aku dapat memberimu.” [Tadzkirah]

Urwah r.a. berkata, “Pada suatu hari, kulihat Aisyah menyedekahkan uang 70.000 dirham, sedang pakaiannya sendiri bertambal-tambal.” [Thabaqat]

Itulah contoh para wanita shaleh terdahulu yang mencintai kehidupan akhirat melebihi kecintaan kepada dunia yang fana ini. Kadang umi malu melihat keadaan diri ini yang telah banyak melupakan amal shaleh dan terlalu mencintai dunia sehingga sulit untuk menyedekahkan harta di jalan Allah swt. Semoga Allah swt. memberi kita taufiq untuk dapat beramal shaleh..
Read More

Keutamaan Bersiwak Sesuai Sunnah

Siwak adalah sunnah rasulullah saw. yang mungkin sering kita tinggalkan, padahal banyak diterangkan dalam hadits tentang keutaman dan manfaat memakai siwak ini.


Arti siwak secara syari’at adalah menggosok gigi dan sekitarnya dengan sesuatu yang kasar [paling utama memakai kayu arak] yang mana bisa mengangkat kotoran yang ada di giginya.

• Keutamaan siwak, sebagaimana dijelaskan oleh baginda Rasulallah SAW :

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (( لَوْلَا اَشُقَّ عَلَى اُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِا السِوَاكِ عِنْدَ كٌلِّ صَلَاة )) وفي رواية (( مَعَ كُلِّ وٌضُوء )). رواية البخاري و مسلم.

Bersabda Rasulallah SAW : “ Kalau tidak memberatkan pada umatku maka aku akan perintahkan mereka untuk memakai siwak setiap kali akan melaksanakan sholat ”[riwayat Al Bukhory dan Muslim], didalam riwayat lain “ Setiap kali akan berwudhu’ “

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ((السِوَاك مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ, مَرْضَاةٌ للرَّبِّ, ومَجْلَاةُ للبَصَرِ)) وفي رواية ((مبغض للشيطان)) رواية البخاري.

Bersabda Rasulallah SAW : “ Siwak itu adalah pembersih mulut, dan di siwak itu ada keridho’an ALLAH SWT, dan dapat menerangkan penglihatan ” [riwayat Al Bukhory],didalam riwayat lain “ dan di siwak itu ada kebencian syaithan ”.

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ((رَكْعَتَانِ بِسِوَاكِ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ رَكْعَةً بِغَيْرِ سِوَاك)) رواية ابو نعيم و الدارقطني.

Bersabda Rasulallah SAW : “ Sholat dua raka’at menggunakan siwak lebih baik daripada sholat tujuh puluh raka’at tanpa memakai siwak “ [riwayat Daarul Quthni].

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ((فَضْلُ الصَلَاةِ بالسِوَاكِ عَلَى الصَلَاةِ بِغَيرِ سِوَاكِ سَبْعِينَ ضِعْفًا)) رواية أحمد و اين خزيمة و الحاكم.

Bersabda Rasulallah SAW : “ Keutamaan sholat memakai siwak atas sholat yang tidak memakai siwak, tujuh puluh kali lipatnya “ [riwayat Ahmad , dan Ibn Khuzaimah, dan Al Hakim].

Para Ulama menjelaskan tentang faedah memakai siwak diantaranya :
  • Didalamnya terdapat keridhoan ALLAH SWT.
  • Menjadikan fasih dalam membaca dan berbicara.
  • Menguatkan akal ingatan dan hafalan, menambah kecerdasan akal.
  • Menerangkan mata.
  • Mempermudah dan meringankan rasa sakit ketika proses sakaratul maut.
  • Memperlambat penuaan, memperlambat tumbuhnya uban.
  • Melipat gandakan pahala.
  • Mewangikan baunya mulut.
  • Menghilangkan kuning di gigi.
  • Membersihkan tenggorokan.
  • Memutihkan gigi.
  • Mewariskan kekayaan dan kemudahan dalam segala urusan.
  • Menghilangkan rasa sakit di kepala dan keringat kepala.
  • Membersihkan hati.
  • Menyehatkan pencernaan makanan dan menguatkannya.
  • Menguatkan gusi.
  • Menghilangkan lendir.
  • Yang utama juga menjadikannya dapat menyebutkan dua kalimat syahadat ketika naza’ di akhir hayat.
Sedangkan hukum bersiwak adalah sunnah den lebih di ta’akad (pentingkan lagi) sunnah kita memakai siwak ketika ingin berwudhu’, sholat, dan pada saat ingin membaca Al Qur’an , masuk ke rumah, menjelang tidur, setelah bangun tidur dan apabila ada yang kotor di mulut kita.

Moga kita termasuk orang yang mencintai sunnah rasulullah saw. sehingga mendapatkan syafaatnya di hari akhirat dimana harta dan kemuliaan dunia tidak lagi memberikan manfaat.
Read More

Waktu Ketika Doa Terkabulkan

Waktu untuk berdoa dapat dilakukan disetiap kesempatan, namun ada beberapa waktu yang Allah swt. berikan keutamaan didalamnya sehingga doa yang dipanjatkan akan terkabulkan.


Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi :

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Diantara waktu yang mustajab untuk berdoa adalah :

Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Ketika berbuka puasa

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405)

Di antara adzan dan iqamah

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212,)

Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Adapun waktunya adalah :

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu)

Ketika turun hujan

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534,)

Ketika Hari Arafah

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585)
Read More

Adab Berhias Sesuai Sunnah

Adab berhias sesuai sunnah adalah panduan berhias bagi muslimah agar tetap cantik dzahir dan bathin dengan tuntunan sunnah nabi muhammad saw.


  • 10 perkara dari sunnah kebersihan : Memotong kumis, memanjangkan janggut, bersiwak, gurah (menghirup air kehidung lalu mengeluarkannya), membersihkan celah-celah jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, beristinja` dengan air dan berkumur. (H.R. Bukhari)
  • Wanita dilarang berpakaian seperti laki-laki
  • Tidak diperbolehkan mencukur sebagian rambut saja (dipuncung atau dijambul) dan membiarkan sebagian rambut lainyya walaupun kepada anak-anak (H.R Bukhari, Tirmizi dan Nasa`I).
  • Disunnahkan menyisir rambut dengan tangan kanan (H.R Muslim)
  • Tidak diperbolehkan sama sekali mencabut uban, walaupun hanya satu helai. Baik dari rambut ataupun janggut (H.R Muslim, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu majah ).
  • Diperbolehkan menyemir rambut atau janggut dengan warna selain dari warna hitam
  • Wanita dibolehkan mewarnai kukunya dengan henna / inai
  • Diharamkan mencukur alis, membuat tahi lalat palsu, membuat tato, dan mengikir gigi.
  • Tidak boleh memanjangkan kuku, karena akan menjadi tempat bersarangnya syetan.
  • Wanita diharamkan berhias keluar rumah dan menarik hati laki-laki yang bukan mahramnya.
Read More

Doa Sebelum Jima Sesuai Sunnah

Doa sebelum jima sesuai sunnah sangat penting untuk diamalkan, karena orang yang berhubungan badan dengan istrinya tanpa doa maka syetanpun ikut berjima sehingga menghasilkan anak yang sulit untuk didik keshalehan.


Doa sebelum bersetubuh atau jima adalah sebagai berikut :

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْناَ الشَّيْطاَنَ وَجَنِّبِ ااشَّيْطاَنَ ماَ رَزَْقْتَناَ


“Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkan syaitan agar tidak mengganggu apa yang Engkau rizkikan kepada kami.” [H.R. Al Bukhari no. 141,3271,5165, dan 6388, dan Muslim no. 1434, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu. Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam: “Apabila ditakdirkan mendapatkan anak, maka ia tidak akan diganggu oleh syaitan selama-lamanya.”] Doa dan Wirid, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwas; Pustaka Imam Syafi’i, hal. 207

Sebaiknya diawali dengan wudhu, mengunci pintu, mengeluarkan anak dan bayi dari kamar, dimulai dengan perkataan lembut dan ciuman, kemudian tidak menyetubuhi istri dari belakang atau duburnya karena ini perbuatan keji yang dilarang dalam islam.
Read More

Hukum Pernikahan Dalam Islam

Hukum pernikahan dalam islam telah diatur dalam alquran dan assunnah yang telah dirumuskan oleh para ulama sehingga memudahkan kita untuk mengamalkannya.


Berdasarkan perintah nikah dari beberapa ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi, para ulama berbeda pendapat dalam nenetapkan hukum nikah. Menurut Jumhur Ulama, nikah itu sunnah dan bisa juga menjadi wajib atau haram. Perkawinan termasuk dalam bidang muamalat, sedang kaidah dasar muamalat adalah ibahah (boleh).

Oleh karena itu, asal hukum melakukan perkawinan dilihat dari segi kategori kaidah hukum Islam adalah: Ibahah (boleh), Sunnah (kalau dipandang dari pertumbuhan jasmani, keinginan berumah tangga, kesiapan mental, kesiapan membiayai kehidupan berumah tangga telah benar-benar ada), Wajib (kalau seseorang telah cukup matang untuk berumahtangga, baik dilihat dari segi pertumbuhan jasmani dan rohani, maupun kesiapan mental, kemampuan membiayai kehidupan rumah tangga dan supaya tidak terjerumus dalam lubang perzinahan), Makruh (kalau dilakukan oleh seseorang yang belum siap jasmani, rohani (mental), maupun biaya rumah tangga), Haram (kalau melanggar larangan-larangan atau tidak mampu menghidupu keluarganya.

Syarat perkawinan
  • Persetujuan kedua belah pihak,
  • Mahar (mas kawin),
  • Tidak boleh melanggar larangan-larangan perkawinan
Rukun perkawinan
  • Calon suami
  • Calon isteri
  • Wali
  • Saksi
  • Ijab kabul
Ringkasan Tata Cara Perkawinan Dalam Islam
Islam adalah agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalah pun, dalam kehidupan ini, yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. Termasuk tata cara perkawinan Islam yang begitu agung nan penuh nuansa. Dan Islam mengajak untuk meninggalkan tradisi-tradisi masa lalu yang penuh dengan upacara-upacara dan adat istiadat yang berkepanjangan dan melelahkan serta bertentangan dengan syariat Islam.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah yang Shahih. Dalam kesempatan kali ini redaksi berupaya menyajikannya secara singkat dan seperlunya. Adapun Tata Cara atau Runtutan Perkawinan Dalam Islam adalah sebagai berikut:

Khitbah (Peminangan)
Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq 'alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (HR: [shahih] Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi).

Aqad Nikah
Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi :a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.b. Adanya Ijab Qabul.c. Adanya Mahar.d. Adanya Wali.e. Adanya Saksi-saksi. Menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.

Walimah
Walimatul 'urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya diundang orang-orang miskin. Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.

Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya". (HR: [shahih] Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah).

Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa". (HR: [shahih] Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa'id Al-Khudri).

Sumber : http://nazlanura.blogspot.com
Read More

Adab Tidur Menurut Sunnah

Adab tidur menurut sunnah harus kita amalkan setiap hari. Karena kalau kita hitung dalam sehari 24 jam kita menghabiskan waktu tidur sekitar 6 sampai 8 jam. Sungguh rugi jika kita tidur tidak memakai cara sunnah.


  • Tidak mengakhirkan waktu tidur (bergadang) kecuali untuk hal-hal yang mendadak (mendesak) seperti mengulang pelajaran, berbincang-bincang dengan tamu atau bercengkrama dengan anggota keluarganya.
  • Selalu menjaga wudhu' saat hendak tidur. Rosululloh saw bersabda "jika kamu hendak merebahkan diri kepembaringanmu, berwudhu'lah sebagaimana engkau berwudhu' untuk sholat". (HR. Bukhori:6311 dan Muslim:2710)
  • Berbaring dengan lambung kanan dan menghadap kiblat. "… kemudian berbaringlah diatas pinggang sebelah kanan". (HR. Bukhori: 6311 dan Muslim: 2710).
  • Tidak berbaring dengan posisi tengkurap.
  • Berdzikir dan berdo'a.
  • Diantara dzikir, do'a dan perbuatan yang biasa dilakukan Rosululloh saw adalah membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas, kemudian ditiupkan pada telapak tangan (dengan sedikit meludah). Sesudah itu diusapkan ke anggota tubuh mulai dari kepala, wajah dan lainnya yang dapat dijangkau tangan, dan dilakukan sebanyak tiga kali.(lihat hadits Bukhori:6319). Membaca Ayat Kursi. (lihat Hadits Bukhori: 5010). Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqoroh.
  • Meletakkan tangan kanan dibawah pipi (tangan kanan sebagai bantalnya).
  • Berdo'a dengan do'a tidur "بِسْمِكَ اللَّهُمَ أَمُوْتُ وَأَحْيَا" artinya "Dengan nama-Mu, Ya Alloh aku mati dan hidup"
  • Jika bermimpi baik, jangan diceritakan kecuali kepada orang yang senang mendengarkannya
  • Jika bermimpi buruk meludahlah kekiri tiga kali (dengan sedikit percikan) sambil membaca ta'awudz (berlindung kepada Alloh) tiga kali dan tidak menceritakan kepada orang lain.
  • Berdo'a dengan do'a bangun tidur ”الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ“ artinya "segala puji bagi Alloh yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya. Dan kepada-Nya kami dibandingkan".
Read More

6 Sifat Para Sahabat

6 Sifat para sahabat adalah prinsip dakwah yang disusun oleh para masyaikh untuk diulang-ulang dalam mudzakaroh setiap hari, dengan harapan 6 sifat sahabat dapat wujud dalam diri kita.


ALLAH SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat hanyalah pada agama yang sempurna seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Pada saat ini umat islam belum ada kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Padahal para sahabat RA telah mampu mengamalkan agama secara sempurna karena mereka memiliki 6 sifat. Pada saat inipun apabila umat islam memilki 6 sifat tersebut maka akan mampu mengamalkan agama secara sempurna. Enam sifat sahabat tersebut adalah :

1. Yakin atas kalimah thoyyibah Laa ilaaha illallah Muhammadurrasulullah

Lailahaillallah
Artinya : Tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt
Maksudnya : Mengeluarkan keyakinan pada mahluk dari dalam hati dan memasukkan
keyakinan hanya kepada Allah Swt. ke dalam hati.
Fadhilahnya : Barang siapa yang mati sedangkan dia yakin tidak ada yang berhak
disembah selain Allah Swt., maka dijamin masuk surga. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan hatinya membenarkan lisannya, maka dipersilahkan masuk surga dari pintu mana yang dia suka. Sekecil-kecil iman dalam hati maka akan Allah berikan surga yang luasnya 10 kali dunia.
Cara mendapatkan : Dakwahkan pentingnya iman yakin. Latihan dengan cara memperbanyak halaqoh iman. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat iman dan yakin.

Maksud Muhammadarrasulullah
Artinya : Baginda Muhammad saw. adalah utusan Allah.
Maksudnya : Meyakini hanya satu-satunya jalan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan
akherat hanya dengan mencontoh kehidupan Rasulullah Saw.
Fadhilahnya : Rasulullah Saw. bersabda, Tidak akan masuk neraka seseorang yang
bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku
(Muhammad) sebagai utusan Allah. Rasulullah Saw. bersabda barang siapa yang berpegang teguh dengan sunnahku dikala rusaknya ummatku maka baginya pahala 100 orang mati syahid. Rasulullah Saw. Bersabda barang siapa menghidupkan sunnahku sungguh dia cinta padaku, dan barangsiapa yang cinta padaku maka akan bersamaku didalam surga.
Cara mendapatkan : Dakwahkan pentingnya sunnah Rasulullah Saw. Latihan dengan cara menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. dalam kehidupan kita selama 24 jam. Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menghidupkan sunnah.

2. Sholat khusyu’ wal khudlu’

Artinya : Shalat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri ikut cara Rasulullah Saw.
Maksudnya : Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Swt didalam shalat kedalam
kehidupan sehari-hari.
Fadhilah : Allah berfirman : Sesungguhnya shalat dapat mencegah dari perbuatan
keji dan mungkar. Allah berfirman : Carilah pertolongan Allah dengan sabar dan
shalat. Rasulullah Saw. Bersabda : shalat adalah milahnya orang beriman.
Cara mendapatkannya : Dakwahkan pentingnya shalat. Latihan dengan cara memperbaiki dhahirnya shalat, menghadirkan keagungan Allah, belajar menyelesaikan masalah dengan shalat. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat shalat khusyu dan khudu.

3. Ilmu ma’adzikir

Arti Ilmu : Semua petunjuk yang dating dari Allah Swt melalui Baginda
Rasulullah Saw.
Arti Dzikir: Mengingat Allah sebagaimana agungnya Allah.
Maksudnya : Mengamalkan perintah Allah Swt. Pada setiap saat dan keadaan dengan
menghadirkan keagungan Allah didalam hati dan ikut cara Rasulullah Saw.
Fadhilah Ilmu : Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka akan
Allah fahamkan dirinya pada masalah agama. Barangsiapa berjalan mencari ilmu maka akan Allah mudahkan untuknya jalan menuju surga. Barangsiapa mempelajari satu ayat dari al quran maka nilainya adalah lebih baik daripada shalat sunnah 100 rakaat. Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu maka lebih baik nilainya daripada shalat sunnah 1000 rakaat.
Fadhilah Dzikir: Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir
adalah seperti orang yang hidup dibandingkan dengan orang yang mati. Allah berfirman "Dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang".Allah berfirman : Ingatlah pada Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu.
Cara mendapatkan ilmu fadhail : Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail. Latihan dengan cara duduk dalam halaqoh fadhail di masjid dan di rumah, ajak manusia untuk duduk dalam halaqoh fadhail, hadirkan fadhail dalam setiap amalan. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu fadhail.
Cara mendapatkan ilmu masail : Dakwahkan pentingnya ilmu masail. Latihan dengan cara duduk dalam halaqoh masail dengan para alim ulama, bertanya kepada ulama baik untuk masalah agama maupun dunia, sering berziarah kepada para alim ulama. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu masail.
Cara mendapatkan dzikir : Dakwahkan pentingnya dzikir kepada Allah Swt. Latihan dengan cara setiap hari membaca Al Quran 1 juz setiap hari, Membaca tasbihat, shalawat dan istigfar masing-masing 100 X, amalkan doa-doa masnunah (harian). Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dzikir.

4. Ikromul Muslimin

Artinya : Memuliakan sesama muslim.
Maksudnya : Menunaikan hak-hak semua orang islam tanpa meminta hak daripadanya.
Fadhilah : Allah akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan menutup aibnya dan barang siapa membuka aib saudaranya yang muslim maka Allah akan membuka aibnya sampai dia akan dipermalukan di rumahnya sendiri. Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.
Cara mendapatkannya : Dakwahkan pentingnya ikram. Latihan dengan cara memberi salam kepada orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal, menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan uloama dan menghormati sesama, berbaur dengan semua orang yang berbeda-beda wataknya. Berdoa kepada Allah agar diberikan ahlaq sebagaimana ahlaq Baginda Rasulullah Saw.

5. Tashihun niat

Arti : Membetulkan / meluruskan niat
Maksudnya : Membersihkan niat pada setiap amalan semata-mata karena Allah Swt.
Fadhilahnya : Sesungguhnya Allahtidak akan menerima amalan seseorang kecuali
dengan ikhlas. Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupamu dan hartamu tetapi
Dia akan memandang pada hatimu dan amalanmu. Baginda Rasulullah Saw. Bersabda : Wahai Muadz jagalah keihklasan karena amal yang ikhlas walau sedikit akan mencukupi.
Cara mendapatkan : Dakwahkan pentingnya ikhlas. Latihan dengan cara : setiap beramal periksa niat kita, sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal, bersihkan niat agar semata-mata hanya karena Allah. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ikhlas dalam beramal.

6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah

Arti : Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan dan khuruj fisabilillah adalah keluar di jalan Allah.
Maksudnya : Memperbaiki diri, yaitu bagaimana agar dapat menggunakan harta diri
dan waktu sebagaimana yang diperintahkan Allah. Menghidupkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan semua manusia diseluruh alam dengan menggunakan harta dan diri sendiri.
Fadhilahnya : Allah berfirman : dan adakah yang perkataannya lebih baik daripada
seseorang yang mengajak manusia kepada Allah. Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan. Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seisinya.
Cara mendapatkan : Dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh. Latihan dengan cara keluar dijalan Allah minimal 4 bulan seumur, hidup, 40 h setiap tahun, 3h setiap bulan dan 2,5 jam setiap hari, tingkatkan pengorbanan dengan cara bertahap-tahap menjadi 4 bln tiap tahun, 10h tiap bulan dan 8 jam setiap hari. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dakwah dan tabligh yaitu dapat menggunakan harta, diri dan waktu untuk kepentingan agama.
Read More

Pengertian dan Pelaksanaan Aqiqah

Pengertian dan pelasanaan aqiqah dapat dijabarkan secara ringkas sebagai berikut.


Aqiqah berasal dari kata ‘Aqq yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa ia adalah rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.

Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah, dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama, berdasarkan anjuran Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktek langsung beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus)darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)

Perkataannya Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan),” adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silakan lakukan.” (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan). Perkataan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah.

Definisi aqiqah

Aqiqah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak. Menurut bahasa, aqiqah berarti pemotongan. Hukumnya sunnah mu’akkadah bagi mereka yang mampu, bahkan sebagian ulama menyatakan wajib. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Seorang anak yang baru lahir tergadaikan oleh aqiqahnya. Maka disembelihkan kambing untuknya pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama”. (HR. Ashabussunah) Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Ka’biyah bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang aqiqah. Beliau bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor. Dan tidak akan membahayakan kamu sekalian, apakah (sembelihan itu) jantan atau betina.”

Hikmah Aqiqah

Banyak sekali manfaat yang akan didapat dengan beraqiqah, di antaranya untuk membebaskan anak dari ketergadaian Pembelaan orang tua di hari kemudian menghindarkan anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail AS dan Ibrahim AS Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW Memperkuat tali silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat. (Menurut Drs. Zaki Akhmad dalam bukunya “Kiat Membina Anak Sholeh”)

Pelaksanaan aqiqah

Rasullah SAW memcontohkan pada hari ke tujuh mencukur rambut bayi, memberi nama yang baik dan menyembelih kibsy (domba putih) untuk aqiqah. Apabila pada hari ketujuh, belum mampu ada kelapangan rizki, bisa ditunda pada hari ke-14. Kalau belum mampu juga bisa dilakukan pada hari ke-21, kalau belum mampu juga bisa dilakukan sampai Allah memberikan rizki yang lapang. Insya Allah ditekadkan, pasti Allah SWT akan turun tangan.

Syarat aqiqah

Niat yang benar Waktu yang diisyaratkan Domba / kambing sehat dan tidak cacat Hewan dari jenis kibsy (domba putih) nan sehat umur minimal setengah tahun dan kambing jawa minimal satu tahun Untuk anak laki-laki dua ekor, dan untuk anak perempuan satu ekor.
Read More